Kamis, November 04, 2010

posessif atau over protective..?



Rasa memiliki pasangan itu adalah  sebagian dari cinta sedangkan Posessif  adalah lebaynya rasa memiliki terhadap pasangan ini bukanlah cinta yang mendewasa. Bagi pelakunya, dapat dikatakan masih kekanak-kanakan dengan menuntut pasangannya untuk menjadi seperti yang diharapkannya, tanpa memberikan ruang untuk berkembang secara original & genuine. Posessif dapat diartikan sebagai reaksi yang berlebihan atas hal-hal yang wajar. Posesif muncul ketika sikap “perhatian” dinilai berlebihan, baik oleh lawan pasangan atau oleh lingkungan. Perbedaan dengan over protective adalah konteks relasinya, dimana over protective biasanya ada dalam relasi antara anak dan orang tua atau bisa saja seorang atasan kepada bawahannya. Sikap posessif berpotensi muncul dari mulai masa pacaran sebagai bentuk usaha untuk memaknai rasa “saling memiliki”.


Trauma atau pengalaman buruk selama berasama yang sebelumnya dapat memicu muncul dan berkembangnya sikap posesif. seperti pernah dikhianati atau ditinggal selingkuh pasangannya. Karenanya, orang akan semakin posessif  dengan harapan pengalaman traumatis di masa lalu tidak berulang kembali.


Kesenjangan yang mencolok antar pasangan dapat pula memicu sikap posesif. Misalnya, seorang pria yang berwajah biasa biasa saja(seperti saya,but i’m not posessif) namun memiliki pacar seorang putri yang cantik jelita. Hal tersebut dapat memunculkan pemikiran-pemikiran yang negatif akan pasangannya, seperti: banyak pria tampan yang pasti naksir pacarnya. Karenanya, semampu mungkin akan membatasi pacarnya sedemikian rupa sehingga tidak akan berpaling dari dirinya yang biasa saja. Dalam kaitannya dengan gender, kaum pria cenderung posesif, manakala Dia merasa lebih dibandingkan pasangannya, sehingga merasa memiliki hak untuk “mengatur” pihak perempuan.


Tips untuk mengatasi posesif adalah membangun, memelihara dan menjaga sikap saling percaya. Tentukan arah hubungan, pastikan bahwa pasangannya yang paling baik buat dia. selesaikan maslah dengan cepat.utarakan masing-masing keinginan dengan baik, Usahakan juga hubungannya setara. Sedapat mungkin, ketika masalah yang berbau rasa cemburu diselesaikan hingga tuntas dan tidak berlarut-larut. Bila memiliki pasangan yang posesif, maka pihak yang tidak posessif memberikan kesempatan bagi pasangan untuk tidak kaku dalam menanggapi segala hal. Misalnya, berani asertif bahwa sikap posesif pasangannya justru menjadikan dirinya tidak berkembang.

 


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar